Sunday, April 19, 2009

Lupakan...


Ada sms respon dari seorang sahabat yang pernah terperangkap dalam kancah cinta terlarang dengan beberapa orang wanita yang jauh lebih muda darinya. Lelaki yang punya kedudukan, bijak dan masih gigih menjalankan perniagaannya. Dalam komen yang ringkas dia pohon aku beri jalan penyelesaian kepada mereka yang sewaktu dengannya. Apapun dia cepat sedar dan berjaya keluar dari penjara asmara duka namun ku kira masih gagal melupa kenangan lama.

Aku bukan seorang kaunselor atau pakar psikologi yang dapat memberi cadangan jalan keluar, apapun yang aku catatkan disini hanyalah pendapatku yang bisa dipertikaikan oleh sesiapa saja. Aku tidak akan menyalahkan sesiapa dalam soal cinta sebab siapapun kita perasaan untuk dicinta dan menyinta adalah lumrah.

Pertama bila kita telah mengambil keputusan untuk mengakhiri sebuah perhubungan, langkah selanjutnya adalah membuang segala sesuatu yang ada kaitan dan nastolgia dengan sidia. Surat-surat, hadiah dan gambar wajib dimusnah sebab dengan membaca dan membelek benda-benda itu kita hanya akan menggamit kenangan lama.

Kedua jangan sesekali berjumpa atau bercakap dengan telefon sebab dengan memandang dan mendengar suara dia hanya akan menggetarkan semula rasa cinta.

Ketiga if you are strong enough than change the relaetionship dari kekasih kepada seorang sahabat tapi masih tertakluk kepada larangan kedua cukup sekadar sms. Perhubungan tidak membicarakan kisah lama.

Keempat sentiasa pohon keampunan dan kekuatan dari Allah SWT agar kita tidak akan terpengaruh kepada bisikan syaitan yang menggoda. Lakukanlah dengan ikhlas Insyaallah semua perbuatan yang baik tu akan mendapat pertolonganNYA. Kalau sebaliknya yang terjadi itu hanyalah dugaan untuk menguji sejauh mana keimanan mengatasi kejahilan dan kelemahan kita. Hanya kita yang dapat membantu diri sendiri, hendak seribu daya tak hendak seribu dalih. Justeru kita yang membina penjara asmara lara maka sudah pasti kita ada kunci pintu keluarnya. Kalau tak bisa memadam kenangan lama jangan sesekali diselak lembaran itu. Biar ia semakin usang diarus masa.

Akhirnya percayalah bila kita ditakdirkan berpisah itu bermakna Allah SWT telah membuat keputusan yang terbaik untuk kita. Sayangilah isteri dan keluarga kita kerana mereka adalah dunia kita, bahagiakanlah mereka hingga kita menutup mata.

Aku harap sahabatku nan budiman lagi bijaksana bisa menerima pandangan ini dengan hati terbuka. memanglah mudah untuk bekata namun tiada yang mustahil dilakukan jika kita bersungguh. Bagai pepohon di musim luruh, biar semua daun-daun kering jatuh bertaburan...lupakanlah!

7 comments:

chekdenoor said...

hai noralara....hmm...komen chekdee....jangan dekatkan diri dengan benda-benda yang terlarang .... banyak lagi masalah kehidupan yang perlu kita selesaikan....jangan ditambah masalah....heheheheheh

zino said...

ok tu dah macam kounselor le jugak hehe..

guru_cikgu said...

Bila hati terkenang, mulut menyebut, bagaimana nak lupa?

Masy said...

:) no komen hehe

Mak Su said...

akak, ada award utk mu

Uncle Lee said...

Love has no desire but to fulfill itself. To melt and be like a running brook that sings its melody to the night. To wake at dawn with a winged heart and give thanks for another day of loving.
Best regards, Lee.

arryani said...

Cara yang boleh digunapakai kalau masih dalam kekeliruan...Saya sokong..